Mengenal Ciri Investasi Agresif, Apa Bentuknya?

by Minsya
5 minutes read

Dalam melakukan investasi diperlukan pemahaman terkait berbagai strategi terbaik untuk memperoleh keuntungan sesuai profil risiko. Dalam dunia investasi, anda juga bisa menemukan istilah Investasi agresif. Banyak yang belum memahami makna dari kata agresif dalam melakukan investasi. Untuk bisa lebih memahaminya maka anda perlu simak ulasan ciri investor yang agresif berikut.

Ketika berbicara tentang kata agresif pasti anda berpikiran bahwa hal ini berhubungan dengan kepribadian. Padahal dalam dunia saham, agresif diartikan sebagai investasi yang dimiliki oleh seseorang atau investor itu sendiri. Investor yang dikatakan agresif yaitu berani dalam mengambil berbagai resiko serta menentukan pilihan instrumen investasi dengan potensi keuntungan besar.

Ciri orang dengan investasi agresif berikutnya yaitu memiliki pemahaman terkait siklus investasi serta siap dalam menerima volatilitas yang tinggi. Orang yang agresif dalam investasi juga beranggapan bahwa fluktuasi pasar dalam jangka pendek bukanlah suatu masalah. Orang orang ini pastinya memiliki pengalaman dalam berbagai instrumen investasi.

Selain itu, ciri investasi yang agresif yaitu dilakukan oleh orang dengan pemahaman yang baik dalam dunia investasi. Anda akan bisa memperoleh horizon waktu investasi yang panjang dan bahkan bisa lebih dari 5 tahun. Porsi investasi yang dilakukan oleh investor agresif umumnya lebih banyak pada saham dibandingkan dengan instrumen lainnya.

Berdasarkan hal tersebut maka dapat diketahui bahwa makna dari kata agresif dalam investasi sangat jauh dari istilah kepribadiannya. Anda akan bisa menghubungkannya dengan menggunakan pilihan investasi yang dipilih. Bentuk investasi agresif ini bisa dalam berbagai hal. Untuk bisa lebih memahaminya maka simaklah pembahasan dibawah ini.

Investasi Agresif
freepik.com

Mengenal Bentuk Investasi agresif

Jika dilihat dalam praktiknya maka investasi agresif ini akan lebih cenderung pada arah investasi yang beresiko, fluktuatif atau bahkan keduanya. Alokasi dana investasi yang digunakan juga umumnya akan lebih banyak masuk pada instrumen saham dibandingkan dengan obligasi atau deposito. Hal ini tentunya berbeda dengan investor yang konservatif.

Jenis investasi agresif ini umumnya banyak dilakukan oleh para investor yang sudah profesional dan paham dengan alur serta perhitungan terbaiknya. Sedangkan untuk investor pemula akan lebih memilih melakukan investasi secara konservatif dengan memilih jenis investasi yang tidak beresiko dan stabil namun bisa mendapatkan keuntungan besar.

Alasan Perlu Melakukan Investasi Agresif

Aturan emas dalam berinvestasi yaitu jika Anda bersedia untuk mengambil lebih banyak risiko maka bisa mendapatkan pengembalian lebih baik, tetapi trade-offnya mengartikan ada peluang lebih besar untuk tidak mendapat untung sama sekali atau bahkan kalah. Aturan emas ini diartikan sebagai alasan utama bagi orang untuk berinvestasi secara agresif.

Orang orang tersebut memilih untuk mengambil risiko sedikit lebih tinggi dan mengharapkan pengembalian lebih tinggi. Ketika masih muda, Anda bisa memiliki banyak waktu agar bisa menumbuhkan nilai investasi atau dalam artian bisa memiliki lebih banyak waktu guna membiarkan uang tumbuh dan berkembang sesuai dengan ketentuannya.

Namun jika Anda berusia 60-an dan bersiap untuk pensiun dan mungkin ingin mengambil pendekatan yang seimbang atau konservatif, berinvestasi lebih sedikit pada instrumen berisiko seperti saham serta lebih banyak lagi di pasar uang seperti deposito karena nantinya anda bisa menikmati dana dari pekerjaan dan investasi yang telah dilakukan selama ini. 

Alasan Tidak Perlu Melakukan Investasi Agresif

Memiliki usia muda bukan berarti secara otomatis membuat anda cocok dan berhasil melakukan investasi agresif. Semua hal tersebut akan tergantung dengan tujuan dari investasi yang dilakukan. Jika Anda akan berinvestasi di saham untuk bisa mendapatkan uang muka rumah dalam 1 tahun ke depan maka investasi agresif bukan pilihan yang tepat.

Jika tujuan Anda cukup dekat maka kerugian investasi saham akan bisa mempengaruhi kemampuan dalam mencapai tujuan tersebut. Tetapi jika tujuan Anda beberapa tahun lagi atau katakanlah dalam 5/7 tahun maka kerugian hari ini atau kerugian besok tidak masalah karena masih memiliki waktu untuk meningkatkan nilai investasi. Itulah ciri investor yang agresif.

Investasi agresif ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan karena anda perlu pintar dalam melakukan analisis keberhasilan. Risiko yang dimiliki investasi satu ini lebih besar dibandingkan dengan investasi secara konservatif. Pastikan anda benar benar siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi ketika melakukan investasi agresif ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00