8 Cara Mudah Membedakan Saham Syariah dan Konvensional

by Minsya
5 minutes read

Kini saham syariah telah digemari oleh banyak investor sebagai salah satu pilihan instrumen investasinya. Selain saham konvensional, saham syariah memiliki daya tarik sendiri bagi para investor syariah yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Artikel ini akan membantu Anda dalam menjelaskan berbagai perbedaan antara saham syariah dengan saham konvensional, sehingga Anda dapat memilih dengan tepat saham yang terbaik untuk Anda.

Yuk jadi investor syariah. Cari berkah, raih manfaat dengan investasi #serbasyariah di MOST Syariah. Daftar di join.most.co.id/syariah

1. Perbedaan Fundamental

Dalam konsep fundamental, terdapat tiga hal utama yang membedakan antara saham syariah dengan saham konvensional. Ketiga hal tersebut adalah:

  1. Jenis bisnis perusahaan
  2. Rasio keuangan perusahaan
  3. Rasio total pendapatan tidak halal
Saham Syariah
freepik.com

2. Jenis Bisnis Perusahaan

Ruang lingkup bisnis saham syariah memilki keterbatasan karena harus sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Jenis bisnis sharia stock dilarang untuk terlibat dalam praktik penipuan, perjudian, pengadaan bunga/riba, pendistribusian barang haram, dan perjualbelian risiko. Di sisi lain, bisnis saham konvensional memiliki cakupan yang lebih luas, selama tetap sesuai dengan norma hukum yang berlaku. Saham syariah akan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan secara berkala diperbarui untuk memastikan bahwa tidak ada perusahaan terdaftar yang melanggar prinsip-prinsip syariah.

3. Rasio Hutang Terhadap Aset

Selanjutnya pada rasio keuangan perusahaan, saham syariah memuat persyaratan bahwa rasio total hutang (yang berasal dari bunga) terhadap aset perusahaan tidak dapat melebihi 45 persen. Sementara itu, ketentuan ini tidak berlaku dalam konteks saham konvensional.

4. Rasio Total Pendapatan non Halal

Pada rasio total pendapatan tidak halal, sharia stock memiliki batasan rasio antara total pendapatan tidak halal terhadap total pendapatan utama perusahaan. Ketentuan rasio dalam sharia stock memiliki besaran maksimal sebanyak 10 persen. Salah satu contoh pendapatan yang dianggap tidak halal adalah bunga. Jelaslah bahwa ketentuan ini tidak diterapkan dalam saham konvensional.

Sebelumnya artikel ini telah membahas tiga perbedaan utama antara saham syariah dan saham konvensional. Adapun beberapa perbedaan lainnya yang dapat menambah informasi kepada Anda tentang insturmen investasi saham.

5. Orientasi Keuangan

Keuntungan dari sharia stock umumnya lebih kecil daripada saham konvensional. Perbedaan oritentasi keuangan menjadi alasan utama dalam permasalahan ini. Saham syariah akan mempertimbangkan keuntungan di akhirat dan tidak berfokus terhadap keuntungan dunia saja.

6. Prinsip Pembagian Keuntungan

Pembagian keuntungan saham syariah didasari oleh prinsip bagi hasil, jual beli, dan sewa. Berbeda dengan saham konvesional yang berfokus terhadap suku bunga.

7. Hubungan Dengan Nasabah

Hubungan antara perusahaan dan nasabah pada saham syariah adalah mitra yang setara dan berhak untuk melakukan negoisasi kesepakatan pada awal transaksi. Berbeda halnya dengan saham konvesional, dimana perusahaan lebih mendominasi dalam menentukan kesepakatan

8. Pengawasan

Terdapat sedikit perbadaan pada sharia stock dalam konteks pengawasan. Saham syariah selain diawasi oleh OJK, juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Pengawasan yang dilakukan harus sesuai dengan panduan dari Dewan Syariah Nasional (DSN). Untuk saham konvensional, pengawasan hanya dilakukan oleh OJK.

Keunggulan Saham

Keunggulan Saham Konvensional

Saham konvensional memiliki keunggulan dalam fleksibilitasnya karena tidak terikat oleh batasan atau kriteria khusus. Dengan demikian, investor memiliki beragam pilihan saham dari berbagai sektor. Fleksibilitas ini memudahkan dalam melakukan diversifikasi portofolio saham, sehingga risiko investasi dapat tersebar dengan lebih baik.

Keunggulan Saham Syariah

Keunggulan utama sharia stock terletak pada kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah Islam. Saham-saham ini telah dipilih dan disesuaikan agar tidak melanggar aturan syariah. Bagi para investor yang mengutamakan kepatuhan terhadap prinsip agama dalam investasi saham, keberadaan sharia stock memberikan kesempatan untuk mendapatkan imbal hasil dari investasi dengan tetap mematuhi prinsip syariah.

Dengan memahami perbedaan antara sharia stock dan konvensional, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat sesuai dengan preferensi dan prinsip-prinsip keuangan mereka. Selain itu, memilih saham yang sesuai dengan prinsip syariah juga dapat memberikan investor keyakinan tambahan dalam portofolio investasi mereka.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

1 comment

Muhammad Hasan April 8, 2024 - 8:30 am

Yess

Reply

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00