Inilah 5 Cara Berinvestasi dengan Membagi Uang Penghasilan

by Minsya
4 minutes read

Bingung berapa banyak uang untuk diinvestasikan setiap bulan? Hal ini memang wajar terjadi terutama pada tagihan dan utang. Memahami cara berinvestasi sesuai dengan kondisi keuangan tentu sangat berguna. Untuk berapa banyak uang penghasilan untuk berinvestasi, simak penjelasan di bawah ini.

1. Tetapkan Tujuan Berinvestasi

Sebelum berinvestasi, tujuan ialah hal pertama yang perlu ditetapkan. Dengan begitu, jangka waktu menanam saham lebih mudah diketahui. Perlu diketahui bahwa investasi untuk uang pensiun jauh lebih lama jika dibandingkan membeli mobil. Tujuan investasi sangat mempengaruhi kapan waktu yang tepat mengakhiri investasi saham.

Hal tersebut karena anda telah menargetkan jumlah imbal hasil ketika memulai investasi. Terlebih lagi, anda bisa memilih kriteria saham mana yang lebih sesuai. Contohnya, saham dengan fluktuasi harga yang tinggi cenderung sempurna digunakan oleh investor jangka panjang.

2. Hitung Pendapatan Bersih

Setelah tujuan ditetapkan, pendapatan bersih perlu diketahui dengan mengurangi total pendapatan dengan berbagai kewajiban untuk mengetahui berapa banyak uang penghasilan untuk berinvestasi. Kewajiban-kewajiban ini termasuk tagihan, iuran sekolah, cicilan rumah, utang, kebutuhan dasar dan kebutuhan lainnya yang wajib dibayarkan setiap bulannya.

Dengan mengetahui seberapa pendapatan bersih, jumlah pengeluaran anda lebih mudah diketahui khususnya sisa yang bebas digunakan setiap bulannya. Dengan begitu, anda memperoleh gambaran apakah investasi saham sudah layak dilakukan atau kondisi finansial perlu diperbaiki terlebih dahulu.

Berinvestasi
freepik.com

3. Golongkan Pengeluaran sesuai Kategori

Untuk mengetahui berapa banyak uang penghasilan untuk berinvestasi, anda perlu membagi pengeluaran dalam 3 kategori terlebih dahulu sesuai dengan teknik pembagian dana 50/30/20. Teknik ini dikenalkan oleh Elizabeth Warren yang menyatakan mengeluarkan 50% penghasilan untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan dan 20% untuk tabungan.

Penghasilan untuk kebutuhan mencakup tagihan listrik, asuransi, utang dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Anda bisa memasukkan semua kebutuhan dasar untuk keberlangsungan hidup. Dalam membeli barang, pertimbangkan secara matang apakah anda membutuhkannya atau hanya menginginkannya.

Pertimbangan penting dilakukan untuk berapa banyak uang penghasilan untuk berinvestasi terutama ketika ada flash sale atau diskon. Mungkin anda perlu memenuhi kebutuhan melebihi persentase ini. Jika anda termasuk kategori ini, anda bisa memindahkan sebagian persentase kategori keinginan ke kebutuhan agar kondisi keuangan lebih stabil.

Penghasilan untuk keinginan meliputi layanan streaming, makan di café dan rekreasi. Seperti diketahui bahwa di dalamnya termasuk hal-hal yang membuatmu senang dan masih bisa hidup tanpanya. Bisa dibilang juga, kategori ini memiliki alternatif yang lebih murah, seperti anda bisa bekerja dengan transportasi umum atau memasak sendiri.

Sementara itu, penghasilan untuk tabungan ialah investasi saham bentuk lain. Dari total 20% penghasilan, anda bisa membagi investasi saham bersama jenis simpanan lainnya yakni dana darurat di rekening bank. Simpanan masa pensiun juga bisa dimasukkan meski perusahaan lazim membayarkan karyawannya.

Berbicara mengenai penghasilan untuk investasi saham, sebagian besar penasihat keuangan lebih menyarankan menggunakan 10%-15% dari penghasilan untuk berinvestasi. Namun, anda bisa memulainya dengan bertahap dari persentase kecil hingga ke titik maksimalnya seiring meningkatnya penghasilan anda.

4. Bayar Hal yang Penting Dahulu

Setelah keuangan terkelola dengan baik, anda perlu mengontrol pengeluaran untuk berapa banyak uang penghasilan untuk berinvestasi. Agar terhindar dari pengeluaran yang sia-sia, anda perlu membayar kebutuhan yang penting terlebih dahulu, seperti tagihan dan kebutuhan pokok bulanan. Dengan begitu, anda memperoleh sisa penghasilan yang dapat digunakan sesuai keinginan.

5. Sesuaikan Risiko Investasi dengan Kebutuhan

Perlu dicatat bahwa investasi saham tentu membutuhkan risiko yang cukup tinggi. Akan tetapi, imbal hasil yang ditawarkan juga lebih besar dibandingkan aset investasi pada umumnya. Meski begitu, ada kalanya anda perlu memindahkan investasi saham ke aset lainnya yang lebih stabil, seperti mendekati masa pensiun atau inflasi.

Mengalokasikan investasi saham ke deposito dapat mengamankan seluruh investasi meski imbal hasilnya lebih sedikit. Cara investasi saham yang benar memang perlu ditentukan dengan tujuan awal. Maka dari itu, sangat penting menetapkan tujuan investasi saham anda terlebih dahulu.

Bisa disimpulkan bahwa perencanaan uang ialah dasar penentu seberapa banyak penghasilan yang akan digunakan. Jika anda sudah tahu berapa banyak uang penghasilan untuk berinvestasi, investasi anda akan berjalan beriringan dengan kondisi keuangan yang sehat. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00