Generasi Z Melek Investasi Saham di Indonesia

by Minsya
6 minutes read

Pasar saham telah menjadi salah satu tempat investasi yang semakin diminati, terutama oleh generasi muda atau yang sering disebut sebagai Generasi Z (GenZ). Generasi ini memiliki ciri khas dalam memilih investasi, termasuk saham. Tidak hanya itu, tren melek investasi juga semakin meningkat di Indonesia, di mana masyarakat semakin sadar akan pentingnya berinvestasi untuk masa depan mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kriteria saham yang disukai oleh Generasi Z dan melihat seberapa besar presentase masyarakat Indonesia yang melek investasi.

Generasi Z, juga dikenal sebagai Gen Z, adalah kelompok demografis yang lahir sekitar pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Mereka adalah generasi yang tumbuh di era digital yang semakin canggih dan terhubung. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Generasi Z memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dalam hal preferensi, nilai, dan perilaku. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi siapa sebenarnya Generasi Z dan apa yang mereka inginkan.

Siapa Generasi Z?

  1. Lahir di Era Digital: Generasi Z adalah generasi pertama yang benar-benar tumbuh besar di era teknologi digital. Mereka tumbuh dengan akses mudah ke internet, ponsel pintar, media sosial, dan platform digital lainnya.

  2. Kreatif dan Berinovasi: Generasi Z dikenal sebagai generasi yang kreatif dan inovatif. Mereka memiliki kemampuan teknologi yang kuat dan sering kali mampu menemukan solusi untuk masalah dengan menggunakan teknologi.

  3. Multitasking: Karena terbiasa dengan berbagai bentuk teknologi sejak usia dini, Generasi Z cenderung pandai dalam multitasking. Mereka dapat dengan mudah beralih antara berbagai platform digital dan melakukan beberapa tugas sekaligus.

  4. Nilai Keterbukaan dan Toleransi: Generasi Z umumnya memiliki sikap yang terbuka terhadap keberagaman dan inklusivitas. Mereka memahami dan menghargai perbedaan, baik itu dalam hal budaya, agama, orientasi seksual, atau identitas gender.

  5. Kesadaran Sosial dan Lingkungan: Banyak dari Generasi Z yang memiliki kesadaran sosial dan lingkungan yang tinggi. Mereka cenderung peduli dengan isu-isu global seperti perubahan iklim, kesetaraan gender, dan keadilan sosial.

Generasi Z
freepik.com

Kriteria Saham Kesukaan Generasi Z

1. Teknologi dan Inovasi

Generasi Z tumbuh dalam era teknologi yang berkembang pesat. Oleh karena itu, mereka cenderung mencari saham-saham dari perusahaan yang berfokus pada teknologi dan inovasi. Perusahaan seperti Apple, Amazon, dan Tesla sering menjadi pilihan karena reputasi mereka dalam menghadirkan inovasi yang mengubah dunia. Pun juga di Indonesia sudah mulai bermunculan perusahaan-perusahaan teknologi yang mulai melantai di bursa.

2. Berorientasi pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Generasi Z dikenal sebagai generasi yang peduli akan isu-isu lingkungan dan sosial. Mereka lebih condong untuk berinvestasi pada perusahaan yang memiliki komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Saham-saham dari perusahaan yang aktif dalam program-program keberlanjutan dan ramah lingkungan menjadi daya tarik bagi mereka.

Presentase Masyarakat Indonesia yang Melek Investasi

Tren melek investasi semakin meningkat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai faktor telah memengaruhi peningkatan kesadaran ini, termasuk akses yang lebih mudah ke informasi melalui internet dan media sosial, pendidikan keuangan yang semakin luas, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya merencanakan keuangan masa depan.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sekitar 11,5 juta investor individual berpartisipasi di pasar modal Indonesia per Agustus 2023. Dari jumlah tersebut, 57,04% merupakan investor berusia 30 tahun ke bawah, dan 23,27% berusia antara 31-40 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa investor pasar modal nasional didominasi oleh kelompok generasi Z dan milenial.

Generasi Z, yang lahir pada rentang tahun 1995 hingga 2010, memiliki peran signifikan dalam mengisi pasar modal Indonesia. Data jumlah single investor identification (SID) yang tercatat di KSEI pada 14 Oktober 2022 menunjukkan bahwa setidaknya 58,91% dari mereka adalah investor dengan usia 30 tahun ke bawah, dengan total nilai aset mencapai Rp 52,77 triliun.

Dominasi generasi muda ini sejalan dengan upaya pengembangan regulator, termasuk inisiatif pembukaan rekening secara online yang telah dilakukan oleh KSEI sejak tahun 2019. Dengan semakin banyaknya generasi Z yang berinvestasi di pasar modal, diharapkan stabilitas pasar modal Indonesia dapat bertahan hingga masa mendatang. Peningkatan melek investasi juga didorong oleh berbagai program pendidikan keuangan yang diselenggarakan oleh pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi non-profit. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memperkenalkan konsep investasi, dan memberikan pengetahuan tentang cara berinvestasi dengan bijak.

Selain itu, pertumbuhan platform investasi online juga telah mempermudah akses masyarakat Indonesia ke pasar modal. Dengan platform-platform tersebut, individu dapat dengan mudah membuka rekening efek, melakukan transaksi saham, dan mengakses informasi pasar secara real-time.

Namun demikian, masih ada pekerjaan yang perlu dilakukan dalam meningkatkan tingkat melek investasi di Indonesia. Masih banyak masyarakat yang belum memahami dengan baik tentang risiko dan potensi keuntungan dari investasi di pasar modal. Oleh karena itu, edukasi dan penyuluhan tentang investasi masih harus terus ditingkatkan untuk mencapai inklusi keuangan yang lebih luas di Indonesia.

Kesimpulan

Tingginya minat Generasi Z dalam investasi saham telah memengaruhi tren investasi di Indonesia. Mereka cenderung memilih saham-saham dari perusahaan yang berorientasi pada teknologi, tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Sementara itu, presentase masyarakat Indonesia yang melek investasi terus meningkat, didorong oleh berbagai faktor termasuk akses informasi yang lebih mudah dan program pendidikan keuangan yang lebih luas. Meskipun demikian, masih ada tantangan dalam meningkatkan tingkat literasi keuangan di Indonesia, yang harus terus diatasi melalui edukasi dan penyuluhan yang lebih intensif. Dengan demikian, diharapkan bahwa masyarakat Indonesia dapat lebih siap secara finansial untuk masa depan yang lebih baik.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00