Corporate Action: Definisi Dan Contoh Nyatanya

by Minsya
6 minutes read

Corporate Action adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan publik yang memiliki potensi untuk memengaruhi nilai perusahaan, baik dari segi keuangan maupun non-keuangan. Jenis kegiatan ini dapat bersifat sukarela atau wajib, dan mencakup berbagai aktivitas seperti stock split, rights issue, stock dividend, share buyback, merger, dan sebagainya.

Dalam Corporate Action, pemegang saham juga dapat terpengaruh, contohnya dengan diberikannya hak kepada pemegang saham untuk membeli saham baru dengan harga diskon (rights issue), atau dengan pemberian dividen tambahan kepada pemegang saham (stock dividend). Pengumuman mengenai Corporate Action ini biasanya dilakukan secara resmi oleh perusahaan publik dan memerlukan persetujuan dari regulator dan pemegang saham.

Investor perlu memberikan perhatian khusus terhadap corporate action karena dapat berdampak pada harga saham dan nilai investasi mereka. Corporate action seperti stock split, pembagian dividen, atau rights issue memiliki potensi untuk memengaruhi jumlah saham yang beredar dan harga saham perusahaan.

Tidak hanya itu, corporate action seperti merger atau akuisisi juga dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan serta strategi investasi investor. Oleh karena itu, memantau corporate action dan memahami dampaknya terhadap investasi sangatlah penting bagi investor dalam membuat keputusan investasi yang cerdas dan mengelola risiko investasi mereka.

Corporate Action
freepik.com

Jenis Corporate Action

Terdapat beberapa jenis corporate action yang umum dilakukan oleh perusahaan, berikut adalah penjelasan rinci dari masing-masing jenis:

  1. Stock Split (Pemecahan Saham)

Stock split adalah tindakan perusahaan untuk membagi jumlah lembar saham yang ada menjadi beberapa lembar saham yang lebih kecil, namun total nilai perusahaan tetap sama. Tujuan dari stock split adalah untuk membuat saham perusahaan lebih likuid dan terjangkau bagi investor kecil, serta meningkatkan daya tarik saham tersebut di pasar.

  1. Rights Issue (Penawaran Hak)

Rights issue adalah tawaran yang diberikan kepada pemegang saham untuk membeli saham baru dari perusahaan dengan harga yang tidak jauh berbeda dari harga pasar saat itu. Tawaran ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan modal tambahan bagi perusahaan. Pemegang saham yang sudah ada memiliki hak untuk membeli saham baru sesuai dengan proporsi kepemilikan mereka.

  1. Dividen

Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham sebagai penghasilan dari kepemilikan saham. Pembagian dividen dapat dilakukan dalam bentuk uang tunai atau saham tambahan, tergantung dari kebijakan perusahaan dan kondisi keuangan mereka.

  1. Merger dan Akuisisi

Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu entitas yang baru, sedangkan akuisisi adalah pengambilalihan suatu perusahaan oleh perusahaan lain. Corporate action ini sering dilakukan untuk memperluas pangsa pasar, meningkatkan daya saing, atau mencapai efisiensi operasional.

  1. Buyback Saham

Buyback saham adalah tindakan perusahaan untuk membeli kembali saham yang sudah beredar di pasar terbuka. Tujuan dari buyback saham adalah untuk mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan harga saham, serta menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap prospek masa depan mereka.

Alasan Perusahaan Corporate Action

1. Struktur Modal Menjadi Lebih Baik

Salah satu alasan utama mengapa perusahaan melakukan corporate action adalah untuk memperbaiki struktur modalnya. Langkah ini seringkali diwujudkan melalui right issue. Struktur modal mengacu pada perbandingan antara jumlah utang dan modal yang dimiliki perusahaan. Tujuan utamanya adalah menciptakan struktur modal yang sehat dan seimbang bagi perusahaan.

Struktur modal yang sehat adalah kondisi di mana perusahaan memiliki jumlah utang dan modal yang seimbang dan optimal.

Contohnya, jika sebuah perusahaan memiliki terlalu banyak utang, ia harus membayar bunga yang signifikan setiap periode. Namun, melalui right issue, perusahaan dapat menerbitkan saham tambahan untuk mendapatkan modal tambahan dari investor. Modal yang diperoleh dari right issue ini kemudian dapat digunakan untuk membayar utang pokok. Akibatnya, jumlah bunga yang harus dibayarkan oleh perusahaan akan berkurang, sementara keuntungan bersih perusahaan meningkat. Namun, hal ini tentu saja harus dilakukan dengan mempertimbangkan apakah keuntungan perusahaan sudah cukup baik untuk mengeluarkan modal tambahan.

2. Nilai Perusahaan Meningkat

Corporate action seperti stock split atau pemberian bonus saham memiliki potensi untuk menurunkan harga saham perusahaan sambil meningkatkan likuiditasnya. Dampak ini membuat saham menjadi lebih terjangkau bagi investor baru dan dapat meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan. Salah satu tujuan utama di balik peningkatan nilai ini adalah untuk memfasilitasi perusahaan ketika mereka membutuhkan tambahan modal.

Ketika harga saham cenderung naik, perusahaan memiliki kesempatan lebih baik untuk menarik minat investor baru. Investor cenderung lebih tertarik untuk membeli saham perusahaan yang memiliki tren kenaikan harga, karena hal ini dianggap sebagai indikator kinerja yang baik. Sebagai hasilnya, perusahaan akan lebih mudah menjual sahamnya di pasar modal untuk mendapatkan tambahan modal. Dengan demikian, peningkatan harga saham melalui stock split atau bonus saham dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan dalam hal mendapatkan modal tambahan.

3. Operasi Pasar Semakin Luas

Perusahaan dapat melakukan tindakan korporat seperti merger atau akuisisi dengan tujuan memperluas operasi mereka dan mendapatkan keuntungan dari sinergi bisnis. Melalui merger dan akuisisi, perusahaan berusaha untuk menggabungkan sumber daya, teknologi, dan keahlian dengan perusahaan lain guna mencapai skala ekonomi yang lebih besar.

Selain itu, merger dan akuisisi juga sering dilakukan untuk menguasai pasar tertentu. Dengan mengakuisisi perusahaan lain, perusahaan dapat memperluas pangsa pasar mereka dan menjadi pemain dominan dalam industri tertentu. Dengan demikian, mereka dapat mengurangi persaingan yang tidak perlu dan membuat sulit bagi pesaing baru untuk masuk ke pasar.

Pada akhirnya, tujuan dari tindakan korporat seperti merger dan akuisisi adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan keuntungan bagi pemegang saham. Dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian, perusahaan dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

4. Likuiditas Bertambah

Corporate action seperti stock split dan rights issue memiliki potensi untuk meningkatkan likuiditas saham perusahaan. Dengan adanya peningkatan likuiditas, proses pembelian dan penjualan saham menjadi lebih mudah bagi investor. Semakin banyak investor yang berpartisipasi dalam perdagangan saham tersebut, semakin tinggi pula likuiditas saham tersebut.

Kondisi likuiditas yang tinggi memberikan keuntungan bagi perusahaan, karena hal tersebut memudahkan mereka dalam melakukan berbagai jenis corporate action. Dengan likuiditas yang meningkat, perusahaan dapat lebih fleksibel dalam mengelola sahamnya dan mengambil keputusan yang tepat untuk pertumbuhan bisnis mereka.

5. Nilai Dividen Meningkat

Perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengadakan corporate action yang melibatkan pembagian dividen tambahan atau peningkatan dividen biasa. Tindakan ini dapat menarik minat investor yang mencari sumber pendapatan tetap. Biasanya, investor dengan modal besar tertarik pada pendapatan tetap dari dividen ini. Ketika investor membeli saham tersebut, hal ini dapat meningkatkan permintaan dan potensialnya untuk kenaikan harga sahamnya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00