Apa Itu Cyclical Stock? Kenali Pengertian dan 4 Karakteristiknya!

by Minsya
4 minutes read

Mengenali jenis-jenis saham wajib hukumnya sebagai seorang investor saham pemula. Termasuk kategori pembagian saham seperti Cyclical Stock. Berdasarkan siklus bisnisnya, kategori pembagian saham ini ada dua jenis yaitu saham Cyclical dan saham non cyclical. Apa itu ? Yuk pahami lewat ulasan berikut.

Cyclical Stock adalah saham perusahaan yang penjualan dan harga sahamnya tergantung pada kondisi ekonomi. Jadi saat kondisi makro dalam keadaan baik karena masyarakat membelanjakan uangnya untuk produk, maka perusahaan dengan jenis Cyclical Stock akan memperoleh pendapatan yang berlipat.

Sebaliknya, kondisi resesi ekonomi bisa membuat nilai saham ikut terpuruk. Umumnya hal ini terjadi karena produk perusahaan bukan merupakan kebutuhan utama, sehingga di waktu-waktu tertentu dapat ditinggalkan oleh konsumen. Hal tersebut berdampak pada perkembangan ekonomi yang melambat dan membuat harga saham cenderung turun.

Cyclical Stock
freepik.com

Karakteristik Cyclical Stock

1. Memiliki Potensi Pertumbuhan Tinggi

Karakteristik saham ini yaitu memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Selama kondisi ekonomi mendukung, maka nilai saham bisa naik hingga berkali lipat di saat-saat tertentu. Bahkan kenaikan harga sahamnya bisa melebihi jenis saham lain. Jadi saham tipe ini umumnya bergantung pada momentum. Anda bisa mendapatkan keuntungan tinggi apabila membelinya di momen yang pas.

2. Berjalan Singkat dan Cepat

Karena sangat fluktuatif dan bergantung pada momentum, maka saham tipe ini umumnya berjalan singkat dan cepat. Jadi saham ini lebih cocok untuk investasi jangka pendek. Apabila anda ingin memperoleh keuntungan dari capital gain secara cepat, maka Cyclical Stock ini adalah pilihan yang pas. 

3. Mengikuti Tren dan Volatilitas Tinggi

Isu pasar akan memberi pengaruh besar terhadap Cyclical Stock, bahkan saham ini menjadi yang terdampak pertama kali. Jadi meskipun potensi pertumbuhan nilainya tinggi, saham juga mudah sekali bergerak dan mempunyai volatilitas tinggi.

4. Tidak Sebanyak Saham Non Cyclical

Bila dibandingkan saham non cyclical, jenis saham Cyclical cenderung lebih sedikit. Meskipun jumlahnya tidak banyak, namun Cyclical Stocki cukup meramaikan volume perdagangan di pasar modal dan peminatnya pun relatif banyak.

Contoh Perusahaan dengan Cyclical Stock

1. Perhotelan

Bidang perhotelan termasuk perusahaan yang memiliki saham dengan kategori cyclical. Karena bisnisnya sangat bergantung pada kondisi perekonomian dan dipengaruhi oleh momentum. Nilai saham bisa turun apabila kondisi makro sedang mengalami penurunan.

2. Maskapai Penerbangan

Maskapai penerbangan juga memiliki saham yang menjadi favorit di kala kondisi makroekonomi sedang bagus. Karena di masa ekonomi sedang bertumbuh, kebutuhan masyarakat akan transportasi ini begitu tinggi. Sebaliknya, sektor tersebut akan sangat terpengaruh saat kondisi makro mengalami penurunan.

Sebab saat kondisi ekonomi menurun, maka masyarakat akan melakukan penghematan yang dimulai dari biaya transportasi. Dimana mereka akan memilih substitusi yang lebih murah, sehingga berdampak pada perolehan laba perusahaan. Contoh Cyclical Stock maskapai penerbangan yaitu CMPP.

3. Pabrik Otomotif

Contoh perusahaan dengan Cyclical Stock lainnya yaitu pabrik otomotif. Untuk kebutuhan maupun gaya hidup, masyarakat umumnya akan berbondong-bondong membeli kendaraan ketika kondisi ekonomi sedang bertumbuh. Hal ini berbanding terbalik pada saat terjadi resesi ekonomi.

Dimana masyarakat cenderung lebih berhemat dalam membelanjakan uang mereka terhadap kendaraan, sehingga penjualan otomotif menjadi stagnan. Bahkan jika perusahaan tidak memberikan bonus untuk menarik pembeli, maka penjualan pabrik otomotif berisiko tidak ada sama sekali pada saat makroekonomi sedang turun. Adapun contoh sahamnya yaitu AUTO, GJTL, dan MPMX.

Kelebihan dan Kekurangan Cyclical Stock

Dari pengertian dan karakteristik Cyclical Stock, dapat dilihat bagaimana plus minusnya. Kelebihan utama dari jenis saham ini yaitu harganya bisa naik di atas rata-rata ketika kondisi ekonomi sedang baik. Contohnya saham ITMG yang sempat naik hingga di atas 100% karena dipicu oleh peningkatan harga komoditas dunia pasca covid-19.

Di sisi lain, Cyclical Stock punya kekurangan dimana harganya bisa turun sangat tajam apabila kondisi sedang krisis. Bisa dilihat saat terjadi covid-19, yang mana saat itu ada banyak saham merosot hingga terkena suspend. 

Jadi apakah Cyclical Stock cocok dijadikan investasi ? Saham ini bagus dipilih sebagai investasi jangka pendek, apabila anda ingin mendapat keuntungan dari capital gain yang cepat. Namun pastikan untuk membeli dan menjual saham di saat yang tepat, karena Cyclical Stock sangat dipengaruhi oleh momentum.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00