Alokasi Aset: Menguasai Prinsip Ekonomi untuk Mengoptimalkan Kekayaan

by Minsya
10 minutes read

Prinsip Ekonomi, apa sih sebenernya?

Kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam, sedangkan jumlah sumber daya untuk memenuhi kebutuhan itu sangat terbatas. Sehingga situasi ini mendorong manusia untuk bertindak dengan cara yang rasional. mereka berusaha menggunakan sumber daya yang terbatas dengan pengorbanan yang sekecil mungkin, usaha seperti ini tidak terlepas dari yang namanya prinsip ekonomi.

Prinsip ekonomi adalah dasar-dasar atau pedoman yang digunakan untuk memahami bagaimana individu, perusahaan, dan pemerintah membuat keputusan tentang produksi, distribusi, dan konsumsi sumber daya yang terbatas. Prinsip-prinsip ini membantu menjelaskan perilaku ekonomi dan interaksi dalam pasar, serta memberikan panduan untuk pengambilan keputusan yang efisien dan efektif.

Dalam buku “Principles of Economics” karya N. Gregory Mankiw, prinsip ekonomi dijelaskan melalui sepuluh aturan dasar yang mencakup berbagai aspek dari perilaku individu hingga kebijakan pemerintah. Mankiw juga menyoroti pentingnya produktivitas dalam menentukan standar hidup suatu negara dan bagaimana kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat memperbaiki hasil pasar.

Prinsip-prinsip ini membentuk kerangka kerja dasar yang memudahkan pemahaman tentang kompleksitas ekonomi dan membantu dalam analisis serta pengambilan keputusan yang lebih baik dalam berbagai situasi ekonomi.

Prinsip Ekonomi
freepik.com

1. People Face Trade-offs

prinsip ekonomi ini intinya adalah kita harus bikin pilihan dan mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan yang lain. Seperti Investasi VS Beli barang baru, kamu pasti pernah ngalamin dilema ini: nabung buat investasi atau beli barang baru? Contoh Prinsip Ekonominya seperti ini, kamu punya uang cukup buat beli HP terbaru atau nabung di reksadana. Kalau kamu pilih beli HP, artinya kamu ngorbanin kesempatan buat investasi yang bisa menambah nilai uang kamu di masa depan. Tapi, kalau kamu pilih investasi, kamu harus tahan godaan buat nggak ganti HP dulu.

Trade-offs ini penting banget dipahami biar kamu bisa bikin keputusan finansial yang bijak dan nggak nyesel di kemudian hari. prinsip “People Face Trade-offs” ini ngajarin kita buat selalu mikir dua kali sebelum bikin keputusan. Setiap pilihan punya konsekuensi, dan kita harus bijak nentuin mana yang lebih penting buat hidup kita.

2. The Cost of Something Is What You Give Up to Get It

Prinsip ekonomi ini memberitahu kita bahwa setiap kali kita memilih sesuatu sebenarnya kita mengorbankan sesuatu yang lain. Contoh Prinsip Ekonominya seperti ini, kamu punya waktu luang sore ini. Kamu bisa pilih nonton film favorit atau ikut kursus online buat skill baru. Kalau kamu pilih nonton film, berarti kamu gak bisa menghabiskan waktu itu buat mengasah kemampuan baru yang bisa menambah nilai di masa depan. Nah, ini namanya biaya kesempatan atau opportunity cost.

Jadi, setiap kali kamu ambil keputusan, pasti ada sesuatu yang harus kamu korbankan, entah itu waktu, uang, atau kesempatan lain yang bisa kamu dapatkan. prinsip ini ngajarin kita buat mikir lebih dalam sebelum ambil keputusan. Kadang-kadang yang kelihatan enak di depan mata belum tentu yang terbaik buat jangka panjang. Dengan ngerti konsep biaya kesempatan, kita jadi lebih aware dan bisa lebih cerdas dalam mengatur waktu, uang, dan energi kita. Yuk, mulai pikirin lagi setiap kali ambil keputusan, apa aja sih yang kita korbankan buat dapetin sesuatu yang kita mau!

3. Rational People Think at the Margin

Prinsip ekonomi ini tentang cara kita buat keputusan yang lebih cerdas dengan memikirkan manfaat tambahan dan biaya tambahan dari setiap keputusan yang kita ambil. Contoh Prinsip Ekonominya seperti ini, kamu punya uang lebih dan mau investasi di saham. Kamu punya dua pilihan: mau investasi semua uang atau sebagian kecil dari uang itu. Nah, seorang yang berpikir secara rasional bakal nimbang-nimbang antara tambahan keuntungan yang bisa dia dapetin dan risiko yang harus ditanggung.

Dia nggak bakal sekadar “all-in” tanpa mikir panjang, tapi mikirin juga apa dampak dari setiap tambahan investasi. dengan konsep ini, kamu bisa lebih bijak dalam mengatur portofolio investasi. Kamu nggak perlu khawatir buat ambil keputusan besar-besaran sekaligus, tapi bisa ngambil langkah-langkah kecil yang lebih terukur.

4. People Respond to Incentives

Prinsip ekonomi ini artinya perilaku kita bisa banget berubah gara-gara ada iming-iming atau dorongan tertentu. ini kayak magnet yang bikin kita tertarik buat ngelakuin sesuatu, bisa berupa apa aja: bonus, diskon, hadiah, atau bahkan hukuman. Intinya, sesuatu yang bisa mempengaruhi keputusan dan tindakan kita. Contoh Prinsip Ekonominya seperti ini, ada kegiatan seminar yang nawarin bonus/doorprize Rp100.000 kalau kita buka akun dan nabung investasi minimal Rp500.000. Bonus ini jadi insentif buat kita mulai investasi.

Daripada duitnya cuma dihabisin buat jajan, mendingan dipake buat investasi kan. Jadi, dengan paham prinsip “People Respond to Incentives”, kita bisa lebih bijak dalam mengatur strategi investasi dan manfaatin setiap insentif yang ada. Mulai dari bonus pendaftaran, program referral, sampai doorprize, semua bisa bikin kita lebih semangat buat memulai investasi.

5. Trade Can Make Everyone Better Off

Prinsip Ekonomi Ini memungkinkan orang atau negara mengkhususkan diri pada produksi barang dan jasa yang mereka lakukan dengan baik dan menikmati berbagai produk yang dihasilkan secara efisien oleh orang lain. Contoh Prinsip Ekonominya seperti ini, ada dua orang: Nanda dan Arianto. Nanda punya keahlian dalam analisis saham, tapi nggak begitu ngerti properti. Arianto sebaliknya, jago banget di properti tapi buta soal saham. Mereka bisa kerja sama dan tukeran ilmu. Nanda bantu Arianto buat investasi di saham, ngasih tau saham mana yang lagi oke buat dibeli. Sebaliknya, Arianto ngasih tau Nanda gimana cara beli properti yang bisa kasih return gede.

Dengan begitu, Nanda dan Arianto sama-sama dapat keuntungan lebih besar dibanding kalau mereka investasi sendirian tanpa bantuan. Dengan saling tukar informasi dan kerja sama, kalian bisa alokasi aset dengan lebih efektif dan dapetin return yang lebih gede daripada investasi sendirian. Plus, investasi bareng bisa bikin kalian lebih semangat dan disiplin karena ada support system. Dan yang paling penting, kalian belajar banyak dari satu sama lain, jadi makin paham dunia investasi dari berbagai sudut pandang.

6. Markets Are Usually a Good Way to Organize Economic Activity

Prinsip Ekonomi ini menerangkan kalau “pasar” adalah tempat yang bagus buat mengatur aktivitas ekonomi. Kenapa bisa begitu? Pertama, dipasar harga itu ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Kedua, pasar ngasih insentif buat kita buat inovasi dan kerja keras. Ketiga, pasar bikin distribusi sumber daya jadi lebih efisien. Contoh Prinsip Ekonominya seperti ini, kamu suka investasi dan kamu tau ada permintaan besar untuk aplikasi finansial.

Dengan investasi di startup fintech, kamu nggak cuma bantu mereka tumbuh tapi juga dapat keuntungan. Ini contoh bagaimana pasar bisa mengalihkan investasi ke sektor yang butuh dan bisa berkembang. Pasar itu ibaratnya navigator yang cerdas banget buat ngarahin kita ke peluang terbaik.

7. Governments Can Sometimes Improve Market Outcomes

Prinsip Ekonomi ini menerangkan pemerintah bisa banget berperan buat memperbaiki hasil pasar yang kadang nggak sempurna. tanpa campur tangan pemerintah itu kayak pesta tanpa aturan, bisa berantakan. Pemerintah bisa jadi “party planner” yang ngatur biar semuanya berjalan lancar. Contoh Prinsip Ekonominya seperti ini, dengan regulasi yang bikin pasar jadi lebih transparan dan adil. Bayangin kalau nggak ada aturan, pasti banyak deh yang main curang dan ujung-ujungnya kita yang rugi. Salah satu contohnya adalah aturan tentang insider trading. Pemerintah melarang praktik ini biar nggak ada orang dalam yang manfaatin informasi rahasia buat keuntungan pribadi.

Jadi, kita yang investor kecil-kecilan nggak kalah jauh sama yang punya akses info spesial. Jadi, meskipun kadang kita ngerasa aturan pemerintah itu ribet, sebenarnya banyak manfaatnya buat kita, terutama dalam hal investasi. Pemerintah lewat regulasi dan pengawasan bisa bikin pasar keuangan jadi lebih stabil, transparan, dan aman. Ini penting banget biar kita bisa investasi dengan tenang dan memaksimalkan keuntungan tanpa takut kena tipu.

8. A Country's Standard of Living Depends on Its Ability to Produce Goods and Services

Pernah denger gak kalau standar hidup suatu negara tergantung banget sama kemampuannya buat produksi barang dan jasa? Yup, prinsip ekonomi yang satu ini bisa bikin kita lebih paham kenapa ada negara maju dan ada yang masih berkembang. Jadi gini, semakin tinggi produktivitas suatu negara, semakin tinggi juga standar hidup warganya. Produktivitas itu artinya seberapa efisien negara tersebut dalam memproduksi barang dan jasa. Kalau negara bisa produksi banyak dengan kualitas oke, otomatis pendapatan per kapita juga naik, dan standar hidup meningkat. Contohnya, negara kayak Jerman dan Jepang yang punya teknologi canggih dan tenaga kerja terampil, mereka bisa produksi barang-barang berkualitas tinggi dan ekspor ke seluruh dunia.

Hasilnya? Warga mereka hidup sejahtera dengan fasilitas lengkap dan gaji besar. Nah buat kita gimana caranya ikut andil dalam meningkatkan produktivitas dan standar hidup? Salah satunya lewat investasi keuangan. Dengan investasi, kita bukan cuma nyimpen uang, tapi juga mendukung perusahaan buat tumbuh dan berkembang. Contoh Prinsip Ekonominya seperti ini, kamu investasi di startup teknologi lokal. Kalau startup itu sukses, mereka bisa buka lapangan kerja baru, produksi lebih banyak, dan inovasi terus-menerus. Dampaknya, ekonomi negara jadi lebih kuat dan produktif. jadi, investasi itu nggak cuma buat dapet cuan pribadi, tapi juga bisa bantu peningkatan standar hidup kita semua. Dengan mendukung perusahaan lokal buat tumbuh dan inovasi, kita ikut andil dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

9. Prices Rise When the Government Prints Too Much Money

Ketika pemerintah cetak uang banyak-banyak, jumlah uang yang beredar di masyarakat jadi lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia. Jadinya, uang kehilangan nilainya karena orang-orang punya lebih banyak uang buat beli barang yang jumlahnya tetap sama. Akhirnya, harga barang dan jasa naik karena permintaan lebih tinggi dari penawaran. Inflasi bikin kita jadi lebih susah buat nabung atau beli barang karena nilai uang kita jadi lebih rendah.

Contoh Prinsip Ekonominya seperti ini, dengan Rp100.000 kamu dulu bisa beli banyak barang, tapi sekarang cuma bisa dapet beberapa item doang. Ini penting banget buat kamu yang lagi mikirin investasi atau menabung buat masa depan. Jadi, sebelum kamu memulai investasi, pastiin kamu paham situasi ekonomi dan bagaimana kebijakan pemerintah bisa pengaruh ke nilai uang kamu.

10. Society Faces a Short-Run Trade-off Between Inflation and Unemployment

Konsep ini sebenarnya nggak sengeri yang dibayangkan. Ini tentang cara pemerintah mengatur uang dan lapangan kerja di negara kita. Jadi, trade-off ini mirip kayak kamu dikejar deadline tapi kamu juga pengen hasil yang bagus. Jelasinnya simpel, di satu sisi, pemerintah ingin mengurangi pengangguran dengan menciptakan lebih banyak pekerjaan. Tapi disisi lain, kalau terlalu banyak uang beredar di masyarakat (inflasi tinggi), harga barang bisa naik dan kamu mungkin harus bayar lebih mahal buat segala sesuatu. Kita ambil Contoh Prinsip Ekonominya seperti ini, pemerintah ngebiarin suku bunga rendah buat memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran.

Nah, ini bisa bikin banyak perusahaan lebih semangat buat pinjam duit buat investasi di proyek baru. Tapi, resikonya adalah kenaikan harga barang (inflasi) karena banyak uang beredar. Cara mengatasi trade-off ini Pemerintah biasanya punya alat seperti kebijakan moneter (aturan soal uang) dan fiskal (aturan soal pajak dan pengeluaran) buat menyeimbangkan ini. Misalnnya, mereka bisa menaikkan suku bunga buat cegah inflasi berlebihan. Atau mereka bisa tambah belanja infrastruktur buat ciptakan lapangan kerja baru tanpa terlalu ninggiin inflasi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Ananda Syach Putra Arianto Economics Enthusiasts, Calon Ekonom dan Calon Profesor Ekonomi Indonesia

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00