6 Strategi Rebound Harga Saham: Makna dan Cara Menggunakannya

by Minsya
6 minutes read

Dalam dunia trading saham, investor selalu mencari cara untuk memaksimalkan keuntungan mereka. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah “strategi rebound harga saham.” Strategi ini mendasarkan diri pada pergerakan harga saham yang mengalami penurunan tajam dalam jangka pendek, tetapi kemudian pulih dan mengalami kenaikan yang signifikan. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan makna dari strategi rebound harga saham serta bagaimana cara menggunakannya secara efektif untuk mencapai keuntungan dalam trading saham.

Strategi rebound harga saham adalah pendekatan trading yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga saham yang pulih atau “rebound” setelah mengalami penurunan yang tajam dalam periode sebelumnya. Fenomena rebound ini sering terjadi karena adanya kekuatan pasar yang kuat dan minat beli yang meningkat setelah aksi jual massal sebelumnya.

Investor yang menggunakan strategi rebound memperhatikan saham-saham yang mengalami penurunan harga yang signifikan dalam jangka pendek, namun memiliki potensi fundamental yang baik dalam jangka panjang. Mereka percaya bahwa saham-saham ini memiliki peluang untuk pulih dan mengalami kenaikan harga yang substansial, sehingga mereka membeli saham tersebut di harga rendah dengan harapan bisa menjualnya di harga yang lebih tinggi ketika saham tersebut pulih.

Rebound Harga Saham
freepik.com

Langkah-langkah Menggunakan Strategi Rebound Harga Saham

  1. Analisis Fundamental: Langkah pertama dalam strategi rebound adalah melakukan analisis fundamental pada saham-saham yang menarik minat Anda. Perhatikan kinerja perusahaan, laporan keuangan, produk atau layanan yang ditawarkan, dan prospek masa depannya. Pastikan bahwa saham-saham yang Anda pertimbangkan memiliki dasar yang kuat untuk pulih dan tumbuh dalam jangka panjang.
  2. Identifikasi Saham Rebound: Setelah melakukan analisis fundamental, cari saham-saham yang mengalami penurunan harga yang signifikan dalam jangka pendek, tetapi tidak memiliki masalah fundamental yang mendasari. Saham-saham ini berpotensi untuk rebound setelah aksi jual yang berlebihan.
  3. Analisis Teknikal: Selain analisis fundamental, gunakan pula analisis teknikal untuk mengidentifikasi saham-saham yang berpotensi rebound. Perhatikan grafik harga dan indikator teknikal seperti Moving Average dan Relative Strength Index (RSI) untuk membantu menentukan momen yang tepat untuk membeli saham.
  4. Tentukan Titik Beli: Setelah mengidentifikasi saham-saham yang menarik, tentukan titik masuk atau “titik beli” yang tepat. Anda dapat menggunakan pendekatan seperti “buy on the dip” di mana Anda membeli saat harga sedang turun setelah penurunan tajam.
  5. Atur Rencana Keluar: Penting untuk memiliki rencana keluar yang jelas sebelum membeli saham. Tetapkan target keuntungan dan batasan kerugian untuk memastikan Anda tidak terjebak dalam trading yang merugikan.
  6. Pantau dan Evaluasi: Setelah Anda membeli saham, pantau pergerakan harga dan perkembangan saham secara berkala. Evaluasi apakah saham-saham tersebut mengalami rebound sesuai dengan ekspektasi Anda. Jika saham tidak berkinerja seperti yang diharapkan, pertimbangkan untuk keluar dari trading dengan segera.

Kelebihan dan Risiko Strategi Rebound Harga Saham

Seperti halnya setiap strategi trading, strategi rebound harga saham memiliki kelebihan dan risiko yang perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.

Kelebihan:

  • Potensi Keuntungan Tinggi: Strategi rebound memungkinkan investor untuk membeli saham dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi ketika saham tersebut pulih, memberikan potensi keuntungan yang tinggi.
  • Peluang “Buy Low, Sell High”: Dengan membeli saham setelah mengalami penurunan tajam, investor memiliki kesempatan untuk membeli di harga terendah sebelum saham mengalami kenaikan kembali.
  • Memanfaatkan Ketidakwajaran Pasar: Strategi rebound dapat dimanfaatkan saat terjadi aksi jual berlebihan yang mendorong harga saham turun di luar nilai sebenarnya, sehingga memberikan peluang beli yang menarik.

Risiko:

  • Kemungkinan Kesalahan Identifikasi: Salah mengidentifikasi saham-saham yang berpotensi rebound dapat menyebabkan kerugian. Oleh karena itu, analisis fundamental dan teknikal yang cermat sangat penting.
  • Volatilitas Pasar: Saham-saham yang mengalami penurunan besar seringkali mengalami volatilitas tinggi, yang dapat menyebabkan harga bergerak tidak terduga.
  • Risiko Pasar Global: Perubahan situasi ekonomi atau politik global dapat mempengaruhi kinerja saham secara keseluruhan, termasuk saham yang sedang dalam proses rebound.

Strategi rebound harga saham adalah pendekatan trading yang berpotensi memberikan keuntungan tinggi jika dilakukan dengan bijaksana. Dalam menggunakan strategi ini, analisis fundamental dan teknikal yang baik diperlukan untuk mengidentifikasi saham-saham yang berpotensi pulih setelah mengalami penurunan tajam. Selain itu, rencana keluar yang jelas dan pemantauan yang konsisten juga sangat penting untuk mengelola risiko dengan baik. Ingatlah bahwa investasi dalam saham selalu melibatkan risiko, sehingga penting untuk melakukan riset menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00